Wednesday, March 18, 2015

Badrus Alaydrus


          “Woooeeyyy…..Badrus !!!”
Akhirnya, kutemukan juga dirinya. Dasar Badrus badung. Kemana saja ia tiga bulan ini. Andai saja Bi’ Imah mengadakan sayembara untuk menemukan anak sulungnya itu pasti hadiahnya bakal aku dapatkan, huft. Ah … ngayal lagi. Sadar Ji, sadar !.
Eh, dia berhenti. Aku harus mendatanginya. Dan kubawa pulang, kalau perlu kucarikan segulung tali domba agar ia tidak kelayapan lagi. Membuat semua mencari dan  khawatir. Apalagi ini sudah saatnya aaku berangkat ke surau desa. Lihat itu! Para burung pipit sudah duduk-duduk santai di pohon. Koloni-koloni kerabat ‘Batman’ mulai bertingkah di sekeliling kami.
“Heh!!!Badrun…kemana aja lu selama ini?”, mataku terbelalak memarahi Badrus teman sepermainanku, teman bermain laying-layang hingga maghrib, teman menggembala kambing kita, teman yang kuajak mencuri mangga Pak Marto dan juga satu-satunya temanku yang jago mencari ikan di sungai cadas dekat hutan. Hari semakin larut, mega mereah makin pudar dimakan malam.
Eh, kok. Dia aneh. Berbeda dari bisaanya dan D I A M. Nggak! Nggak! Dia bukan Badrus Alaydrus-ku dulu.
“Drus, kenapa lu??? Diem aja kayak sapi mau beranak … hahahaha…!”
Masih diam. Apa-apaan ini, tidak seperti bisaanya. Wajahnya juga pucat, rambutnya kusut. Dan dia masih mengenakan pakaian yang ia kenakan  saat terakhir aku bertemu dengannya tiga bulan lalu sebelum dia minggat. Oh tidak. Jangan-jangan…jangan-jangan dia korban penculikan anak. Terus dipaksa kerja jadi gelandangan di Jakarta, nggak dikasih jatah makan, dipukuli, tidur di kardus-kardus bekas … duh pikiranku mulai gerayangan. Sedangkan Badrus masih tertunduk lesu. Ya, aku harus cepat-cepat membawanya pulang dan memberinya kanyang banyak juga minuman segar.
Angin malam menyeruak menerpa persawahan di sekitar kami. Seperti karpet berwarna hijau bergelombang. Belum pernah sebelumnya seperti in. baru kali ini berdua bersama Badrus serasa seperti  bersama seorang alien dari planet mengerikan.
Dengar! Itu suara Fuad mengumandangkan adzan maghrib. Sial, hari ini Fuad menyerobotku lagi.
“Aji”, barulah aku mendengar ia menyebut namaku.
“Iya, Rus. Coba ceritakan apa yang terjadi. Siapa yang telah menculikmu?”, aku mencoba meng-investigasinya.
“Ndak, Ji…”, jawabnya lemas.

Kelihatannya dia lebih buruk dari yang aku kira. Badrus seperti kakek tua peminta-minta di pasar kemaren. Aku mulai iba. Tapi suasana di sekitar memaksaku ketakutan. Mencekam.
“Lalu apa, Rus?”, tanyaku mulai tak sabar tatkala jingga di barat sudah memudar hilang. Kicauan kelelawar menjadi musik bagi pertemuan kita berdua.
“Ji, kenapa kamu bisa melihatku?”, Tanya Badrus.
“Kamu aneh Rus, Ya iya lah, itu karena aku masih waras. Kedua mataku masih utuh dan kamu di depanku. Huh pertanyaanmu konyol, Rus”, jawabku sedikit senyum.
“Berarti biyung, bapak, Laras, Welas dan Asih sudah tidak waras dong?”.
Detak jantungku mulai berdegup tidak menentu. Keningku pun mulai mengembun. Tak henti-hentinya sarung yang kukenakan ini bergelayut mengikuti arah angin. Kuamati dan kuamati bibir Badrus yang mirip sekali dengan Pak Dhe Ran, bapaknya. Kalimat apa yang pertama kali mia keluarkan. Hey! Kuping, dengar dan hey otakku tolong rekam moment ini dan simpen di folder yang paling aman juga jangan sampai diintip oleh virus tak bertanggungjawab.
Riuh rebut suara jangkrik seolah menghalanginya berbicara. Dia mendekat semakin mendekatiku. Aku grogi. Lebih grogi daripada ketika diawasi Pak Darso guru matematika super killer di sekolahku. Badrus Alaydrus membuat perutku murus…Sstt…tt…! Dia hendak berbicara. Mulutnya tersentak.
“Ji, sebenernya setiap hari aku sudah pulang di rumah. Tapi biyung, bapak dan adik-adikku tidak menyadarinya. Tidak bisa melihatku. Iya Ji. Jiwaku telah diambil oleh Malaikat Izro’il liburan lalu”.
Aku seolah matirasa saat itu. Rasanya ruhku juga sudah keluar melayang mendengar jawabannya barusan. Deburan angin menjadi badai membuyarkan akal sehatku. Dingin ini seperti es. Aku ketakutan. Ternyata ia bukan Badrus Alaydrus tapi Almarhum Badrus Alaydrus.
“Innalillahi Wa Innailaihi Roojiuun…”
Ia korban penculikan Malaikat Izro’il yang setiap saat mengintai nyawa-nyawa bersahaja. Terus dipaksa bekerja, bekerja sekuat tenaga melawan kematian saat sakarotul maut, tidak dikasih jatah hidup lagi dan tidur berkalang tanah menemani cacing-cacing melata.
“Maaf Drus. Aku tidak bisa. Untuk kali ini aku nggak bisa menemanimu. Kita sudah berbeda. Sudahlah … aku mau ke surau, waktunya sholat maghrib. Aku tidak mau mati konyol di tempat ini”.


Ditulis pada 23 Januari 2012, Pukul 21:00 WIB
Ditulis kembali pada 06 Mei 2014, pukul 09:08 WIB

Thursday, January 29, 2015

Mengatur Stereo AIMP2




“Aarrgh…sebel sebil sebul, ups` J maaf guys ngomel-ngomel sendiri. Gara-gara ane dengerin lagu kesukaanku di AIMP2 eh malah suara 2 nya pas mau ending gak kedengeran. Itu tuh lagunya Miss Vintage Taylor Swift  yang judulnya Enchanted. I’m crazy about her…pokoknya demen dah sama liriknya nan puitis n’ perfom2 dia”
Eiitts, tapi itu tadi sebelum ane tahu solusinya guys. Ok, kali ini ane mau nunjukin caranya ngatur suara stereo biar lebih kedengar di telinga. Khususnya di applikasi MP3 Player AIMP2 Player yang serbaguna ini. Gimana enggak, applikasi ini bisa mutar 43 format lagu/audio. Kerrenn…Sebenernya ada juga AIMP3, tapi ane sekarang make` AIMP2 walaupun yang AIMP3 itu enak soalnya stereo-nye udah pas banget di telinga. Maka dari itu, ane jadi GeGaNa nich waktu ane ganti dengan AIPM2 ini soalnya stereonya kurang sip L
Langsung aja, ini tampilannya si AIPM2 di desktop PC ane 


Asal kalian tahu aja ya, ternyata solusinya simple kok, akunya aja yang ribet Tanya website sana dan sini. Nggak disangka dan tidak dinyana aku nemuin caranya (di utek2 sendiri):
Pertama, agan fokuskan pandangan pada equalizer . ini gambarnya …


Lalu, klik pada menu DSP (disable) pada bagian pojok bawah kanan equalizer .


Muncullah tampilan seperti ini, gan J


1.    Langkah terakhir, tinggal geser menu apa hayo udah pada bisa nebak toh… hehehe, tentu saja Stereo Enhancer. Sesuai selera agan aja mau sebanyak apa nekan stereo-nya. Yang pas di telinga agan ya itu pilihan terbaik J


Taaraaaaa…akhirnya ane bisa dengerin lagu favoritku dengan stereo yang jelas plus suara lagunya jadi lantang alias banter. Mungkin itu juga fungsinya stereo enhancer, maklum lah ane sama sekali enggak ngerti masalah per-audio-nan J hehe…     ah, yang penting ane udah tahu solusinya.
Well,  makasih ya guys udah nyimak tulisan ane yang awut-awutan moga dapat diambil getah nya eeehhhh, maksut ane manfaatnya…xixixi..
Intinya: jangan tanet mencoba hal-hal baru, guys. Justru hal itu yang buat agan agan semua dapet ilmu secara otodidak di semua aspek. Kalo di ilmu teknisi sih semakin sering kamu menemukan permasalah pada computer-mu dan kamu nyoba nemukan problem solving nya, Insya Allah makin mahir J

Wassalam …. (29/01/2015)



Template by:

Free Blog Templates